Senin, 13 April 2015

Koin, Peluang, Pertaruhan


I 

Koinnya hampir habis
Bola-bola perak sudah ia berikan kepada orang lain.
Menyesal?
Sedikit, katanya.
Bola-bola perak yang dia buang jauh-jauh.
Egois!
Ingin mengambil kembali apa yang sudah ia berikan.
Bagaimana peluangnya?
Sangat-sangat kecil, kecuali ada tangan Tuhan di dalamnya.
Kata si penjaga permainan.

***



II 

Bagaimana peluangnya?
Sangat besar. Kata penjaga permainan.
Permainan ini baru dimulai.
Koinnya masih banyak.
Hadiah utama didapat jika keluar bola emas.
Ambisius!
Bola perak pertama, ia berikan kepada orang lain.
Bola perak kedua, ketiga, dan seterusnya.

***

III 

Kamu masih berharap bola emas itu akan keluar?
Ya, jawabnya.
Apa yang sebenarnya kamu pertaruhkan?
Hadiah utama, jelas.
Yakin akan memperolehnya?
Bimbang.
Kamu sadar begitu banyak bola perak yang kamu sia-siakan?
Hening.
Masih belum menyesal?
Hening kedua.
Maumu apa?
Boleh aku meminta kembali bola perakku yang pertama?
Dasar petaruh yang bodoh!
Tapi masih ada kemungkinan tangan Tuhan bukan? Lirihnya.
Terus saja kamu bermimpi!
Aku percaya.
Lalu, apakah kamu yakin bahwa Tuhan tidak akan menghukummu karena menyia-nyiakan rejekiNya lewat bola perak yang Dia berikan?
Aku minta maaf. Aku mempertaruhkan segalanya tapi aku juga kehilangan semuanya.
Hidup bukan pertaruhan dan soal bertaruh tapi soal mengambil keputusan yang tepat dan selalu mensyukuri nikmat.

Kemudian…

Bola emasnya…..!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar