Kamis, 10 Maret 2016

Nostalgia: Telepon Umum (yang Terlupakan)

https://akibatguna2istrimuda.files.wordpress.com/2010/02/nasib-telepon-umum-depan.jpg
"Lele, lele apa yang suka nongkrong di pinggir jalan?"
"Lele bakar?"
"Kurang tepat."
"...."
"Jawabannya adalah.. Lelepon Umum. Wkwkwkwkwk."

Okeh #Skip. Itu adalah lawakan jaman doeloe.

Adakah yang masih ingat dengan benda yang satu ini? Jika jawabannya 'masih' maka bisa dipastikan berapa usia anda sekarang. Hahaha. #Canda Telepon umum adalah sebuah telepon yang dulu banyak tersebar di pinggiran jalan. Telepon umum ini cara pembayarannya masih menggunakan uang koin. Jaman dulu masih menjadi trendsetter   menggunakan telepon kabel.

Di depan Sekolah Menengah Pertama (SMP) saya pun telepon koin ini masih ada sampai sekarang. Dulu, saya menggunakan telepon umum di saat minta jemput ayah kalau duit menipis buat naik angkot atau ketika ada demo angkot 38. (Iyes, nomor angkot sakral yang kemunculannya teramat sangat jarang hampir menandingi peristiwa terjadinya gerhana matahari total #Halahh Atau seperti di film spongebob yang tersesat di kota lain, bus yang ditunggu sekali meleng langsung ilang. Ckckck)



Kisah lain telepon umum ini adalah keisengan anak-anak SMP. Telepon umum ini sering dijadikan bahan mainan, misalnya ngisengin orang alias gebetan. Pernah punya pengalaman juga itu telepon dipake buat kejahatan. Jadi waktu Sekolah Dasar (SD) pernah ditelepon ke rumah ada yang bilang saya kecelakaan. Alhasil, orang tua dan sodara-sodara saya berbondong-bondong pawai ke SD (ini apadah) hanya untuk memastikan saya tidak kenapa-kenapa. Dan ternyata itu hanyalah telepon iseng seseorang yang jahat dan tega membohongi.

Selain telepon umum berupa telepon koin ini, dulu juga ada yang namanya WARTEL singkatan dari WARung TELepon. Usaha pertama keluarga kecil saya dalam memenuhi kebutuhan hidup ya dengan membangun WARTEL. Saya suka jadi penjaga WARTEL. Hehehe. Selain dikasih upah, kalau pengunjung lagi sepi bisa maenan games di komputer. Dulu juga ketika belum ada telepon seluler seperti jaman sekarang, saya dan ibu saya kalau menelepon ayah lewat wartel ketika kami pulang kampung berdua. Soal biaya sih saya nggak tahu ya lebih murah mana sama telepon seluler. Belum ada datanya soalnya. Lagipula, tingkat ekonomi dulu-sekarang sudah beda. (Berasa lagi belajar matematika keuangan)

Di rumah pun, keluarga saya memasang telepon kabel. Pernah temen-temen saya pada iseng banget. Udah tau ini puteri duyung kehilangan suara demi ketemu pangeran, masih ditelepon juga nanyain PR. Marah-marah pun cuma bisa bikin tenggorokan nambah sakit. Suara yang dihasilkan pun lebih mirip om harimau. Ada getar-getar yang merusak gendang telinga. Wkwkwkwk Seru juga kalau ngegosip lewat telepon pas lagi di rumah sendirian. (Contoh yang tidak baik. Ckckck)

Sayangnya, sekarang telepon umum sudah tidak banyak digunakan. Telepon umum sudah mirip dengan hewan langka. Bedanya, hewan langka masih ada upaya dilestarikan. Sedangkan, telepon umum akan ditinggalkan dan hanya menyisakan begitu banyak kenangan (?).

Ada beberapa sisi positif dari telepon umum yang tidak bisa didapatkan dari telepon seluler sekarang.
1. Koin adalah sesuatu yang berharga. Sekarang koin bahkan untuk beli permen saja belum cukup.
2. Dengan menghapal nomer telepon orang tua, saudara, dan teman-teman kita akan melatih daya ingat kita. Tidak seperti telepon seluler yang bisa disimpan tanpa perlu menghapal. (Untuk kasus yang langsung menyimpan nomer telepon tanpa mengingat)
3. Kita bisa menghargai waktu. Ya, karena bersifat umum maka telepon ini digunakan oleh orang-orang umum (?). Jadi, kita gunakan waktu menelepon sebijak mungkin. Juga, kita belajar budaya mengantri.

Mungkin masih banyak hal-hal yang tidak bisa ditemui pada telepon seluler tapi bisa didapatkan dari telepon umum.

Di Inggris, telepon umum yang sudah tidak digunakan, oleh sebuah komunitas kreatif di sana diubah menjadi perpustakaan kecil atau istilahnya book swap. Sayang sekali di Indonesia belum ada yang sekreatif ini. Ujung-ujungnya paling dipake buat tempat selfie. Eh, boleh juga deng ide ini. Hehe. Ayooo, ada yang punya ide buat me-reinkarnasi si  telepon umum? :D


Ini nostalgiaku bersama si biru pelahap koin, mana cerita nostalgiamu? :D


6 komentar:

  1. Ini tulisan apa? Ngerjain gebetan? Wkakaka

    BalasHapus
  2. Knp sumbernya dr akibatguna2istrimuda dah haha...

    Kl dulu pernah pake telpon umum bwt ngerjain rumah makan bwt delivery kermh temen hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. BHAHAHAHAK. Gue gak sadar, coy! XD
      Anw, thanks udah mampir di mari.

      Hapus
    2. Iya sama sama... Semoga manfaat ya blognya dan tulisannya makin bagus kedepannya... Sama semoga elu gak diguna guna sama istri muda ya wkwkwk

      Hapus