Sabtu, 14 Mei 2016

Kenapa Harus Jadi Cewek Pintar, Sih?

"Kamu terlihat seksi saat di ruang bedah." -Yoo Si Jin kepada Kang Mo Yeon-
Kalau menurut gue beda lagi. Seorang cewek akan terlihat seksi ketika dia pintar. #Cieee

Entahlah apa yang membuat gue bisa mengutarakan hal ini. Tapi seriously, gue seringkali ter-wah-wah kalau ketemu cewek pintar. Yaa bisa dilihat sih, ya, dari bahasa yang keluar dari bibirnya. Dari sikap percaya dirinya. Dan yang terpenting.. gue bisa kecipratan ilmunya. Wkwkwkwk

Entah kenapa, ketika mungkin banyak cewek yang berpikiran untuk tampil cantik nan memikat untuk membuat seorang cowok gebetannya naksir dia, gue enggak berpikir ke sana. (Sumpah, analogi lo nggak banget, Dins :v )



Yaa, tapi inilah kenyataannya. Setiap kali gue jatuh cinta sama seseorang pasti gue ngepoin prestasi orang tersebut dan menyugesti diri sendiri kalo gue harus jadi cewek pintar. Padahal mah, pintar juga bukan jaminan kalo si doi bakal ngelirik balik sih. :v

Gue cuma mikirnya gini, ketika gue jadi cewek pintar dia bakal menyadari kehadiran gue. (Yaa, wajar aja yak kehadiran gue mah kayak remah-remah pasir yang dibuat pup sama kucing. Etapi, harganya mahal deng. #Apadeh ) Sehingga dengan kehadiran gue ini, mungkin dia akan sedikit mempertimbangkan gue. :"" (Sian bet sih lu, Din)

Tapi setelah dipikir-pikir ternyata ada yang lebih krusial dari sekadar mendapatkan hati si dia. #pret

Apaan tuh?

Kuis dangdut.

#Krik

Mungkin ini udah kayak tango yang berapa lapis? Ratusan. Ya, lebih dari ratusan orang yang bilang kalo seorang perempuan nantinya akan menjadi seorang ibu, dimana adalah madrasah pertama anak-anaknya kelak.

Gue nggak mau dong anak gue ntar jadi kayak generasi mecin yang alay gitu. #Uhuk *Kalem, benerin jilbab* Gue mau nantinya anak gue punya moral yang bagus. Nggak memandang status sosial seseorang karena setiap orang derajatnya sama kecuali derajat imannya. #Ceileeeh

Sambil nulis ini sebenernya gue agak ngeri juga gimana anak gue nantinya kalo diajarin sama emak macem gue yang bawelnya minta ampun. #Eh #Skip

Jadi, intinya gue semakin mantap memutuskan untuk melanjutkan studi gue. Doakan yaa~

Ilmu gue harus tinggi, walaupun badan gue enggak. #Eh #Gimana

Yaa, semoga ini bakal dihitung sebagai amalan yang tidak terputus. Hehe. Ilmu yang bermanfaat. Semoga sambil lanjut S2, gue bisa membagi ilmu gue, pun setelah S2 nanti. Aamiin.

Ketik 'Aamiin' dan lihat perbedaannya. (Lho? Lho? Lho?)

Oke, ini bukan karena #efekkurangminuman tapi ini #efekngantuk.

Sekian curhatan dari saya.

:v :v :v

Salam angka,

-Ara-





Tidak ada komentar:

Posting Komentar